assalamu'alaikum.wr.wb . . . . . .salam osso
sejenak renungkan dalam-dalam, apakah hidup ini jatuh kedalam jurang atau terbang ke atas awan?
Jatuh ke dalam jurang yang berarti kita dalam masalah karena jurang adalah simbol kesakitan fisik maupun mental, di dalam jurang kita hanya merasakan keterpurukan.
Lain halnya dengan terbang di atas awan kita terbang merasakan kesenangan karena bisa memandang keagungan ciptaan yang maha agung.
Di kaitkan dengan hidup ini, marilah kita tilik hidup kita sobat apakah kita jatuh kedalam keterpurukan atau merasakan kenikmatan?
Sudahkah hidup kita semakin hari semakin berarti?
Sudahkah hidup kita semakin hari semakin berbenah dalam kebaikan?
Pikir, pikir dan pikir. Kita semua berpeluang untuk merasakan pahitnya kehidupan yang dikemas dalam bentuk kemaksiatan yang menyenangkan, sobat renungkan hati kita ini mari bersama sama mengolah hati dengan keoptimisan agar kita lebih baik dari hari kemarin dan sekarang.
Sobat, dewasa ini harga diri seorang wanita mulai hilang, itu terbukti dari makin maraknya wanita muslimah yang tidak beskostum layaknya muslimah. Fungsi pakaian yang seharusnya di gunakan sebagai penutup aurat sekarang sudah berganti fungsi sebagai pelapis kulit saja.bahkan seolah sengaja di buka dan di gunakan untuk bahan sajian untuk kaum adam. Rasa malu hilang perbuatan dosa enteng di lakukan. Inilah gambar kehidupan sekarang. Pandangan haram sulit di hindari, karena sudah menjamur dimana-mana. Sementara perzinaan sudah tidak lagi dianggap sebagai dosa besar. Bagai mana kita menyikapi hal yang demikian? Dan penyebab apa yang mendasari manusia berbuat demikian?
Manusia diciptakan dengan memiliki akal dan nafsu, dan inilah yang mendasari manusia melakukan perbuatan baik maupun buruk. Jika akal dapat di kendalikan dan nafsu dapat di kekang, maka dia akan berbuat dengan tindakan yang positif, sebaliknya apabila nafsu yang lebih dominan maka akal akan terpengaruh ke dalam nafsu dan otomatis akal tidak ada gunanya.
Sebagai manusia yang beriman kita harus mampu mengatur dan mengendalikan nafsu, sehingga kita lebih mengendalikan akal dari pada nafsu saat kita bertindak. Untuk menghindari kehidupan yang bebas antar remaja, pemuda harusnya menggunakan akalnya untuk menimbang dan berfikir terhadap sesuatu. Sebab diyakini atau tidak apabila akakl difungsikan sebagai mana mestinya, maka nafsulah yang akan menjerumuskan dan mengatur kehidupan.
Karena itu menentang nafsu haruslah selalu di lakukan, karena nafsu merupakan tempat yang indah buat setan meryu kita.ingat itu!!
Juga di sebutkan dalam hadist bahwa nafsu adalah musuh terbesar manusia yang ada dalam tubuhnya sendiri, sebagaimana di sebutkan dalam sabdanya ;
َعْدَى عَدُوِّكَ نَفْسُكَ الَّتِيْ بَيْنَ جَنْبَيْكَ
“paling besarnya musuh kamu adalah nafsu yang ada di dalam tubuh kamu”
Bahkan, ketika Allah pertama kali menciptakan nafsu , kemudian memerintahkan kepadanya untuk maju, justru nafsu mundur, sebaliknya ketika ketika diperintahkan untuk mundur nafsu malah maju kedepan. Dengan kata lain, nafsu selalu bertentangan dengan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Inilah yang menunjukan ketidak perdulian nafsu terhadap ajaran-ajaran agama. Oleh karena itu waspadalah terhadap Nafsu!!
Ketika lelaki berdua dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya.-, nafsu yang akan lebih mendominasi, dia tidak akan mempertimbangkan situasi dan kondisi, walaupun terkadang di tempat-tempat umum , perasaan malu tidak lagi menjadi ukuran. Maka, jalan bergandengan , bahkan bermesraan layaknya orang yang sudah menikah. Padahal telah diketahui dan di pahami, bahwa hal-hal yang seperti itu adlah aib dan tidak patut untuk dilakukan. Namun, begitulah nafsu jika cenderung pada sifat kebinatangan dan telah mendominasi akal manusia, sikap kemanusiaannya semakin berkurang dan hilang.
Namun sebaliknya ketika akal mampu mengontrol dan mengendalikan nafsunya, dia tidak akan bermesraan dijalanan walaupun walapun dengan istri sendiri, karena hal itu tidak patut untuk dipertontonkan.
Adapun tentang menjaga pandangan yang diharamkan, agama memberi aturan dan batasan , sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat An-nur, ayat 30 :
قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوامِنْأَبْصَارِهِمْوَيَحْفَظُوافُرُوْجَهُمْ
Artinya ;
"katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “hendaklah mereka menahan (memejamkan) pandanganya, dan memelihara(menjaga)kemaluanya(dari berbuat zina)”
Dan ayat 31 :
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ
Artinya :
"Katakanlah kepada wanita yang beriman : “hendaklah mereka menahan (memejamkan) pandangannya dan memelihara (menjaga) kemaluanya (dari berbuat zina) ”
Setiap orang muslim diperintahkan untuk memejamkan matanya , artinya menghindari melihat dari yang tidak di haramkan, dalam arti bukan di sengaja. Maka, jika kkta membuka mata memang karena dibutuhkan, seperti saat berjalan atau mengemudi mobil, tentu yang demikian adalh suatu yang dimaklumi. Namun, jika seandainya jika ada seorang perempuan yang berpakaian terbuka di depan kita, maka janganlah di lihat dan diperhatikan, teruslah berjalan sesuai dengan tujuan. Singkatnya jangan diperhatikan. Namun, jiuka perempuan itu terlihat dengan sendirinya tanpa ada usaha dari kita, maka tentu yang demikian tidak bisa untuk dihindari.
Maka tidaklah terlalu berlebihan, jika dikatakan penghuni neraka kebanyakan perempuan. Sebagaimana disebutkan dalam hadist rosul Allah SWT :
اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَءَيْتَ اَكْثَرَ اَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَ اطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَءَيْتَ اَكْثَرَ اَهْلِهَا النِّسَاءَ
“aku melihat syurga, maka kusaksikan kebanyakn penduduknya adalah orang miskin. Dan aku melihat neraka, maka kusaksikan kebanyakan penduduknya adalah perempua.”
Dengan demikian agar terjaga dan tiudak ikut-ikutan terpengaruh dengan budaya hidup bebas atau perzinaan, maka bagi pemuda islam harus menjauhi bergaul dengan perempuan ajnabiyah (bukan muhrim). Dan mudah tertarik dengan perempuan yang mudah atau sering keluar rumah dan berpakaian terbuka. Berhati-hatilah terhadap perempuan yang mudah ditemui laki-laki, sebab jika model perempuan yang demikian yang dijadikan istri atau pendamping hidup, maka tidak menutup kemungkinan sifat itu akan kembali kambuh darinya, walaupun dirinya sudah menikah dan memiliki suami.(artikel buat ndu’e osso)

